Selasa, 07 Agustus 2012

67% Wanita Tidak Puas Dengan Ukuran Penis Pasangannya

SEPUTAR MASALAH ALAT VITAL LAKI-LAKI

Pria Asia memiliki penis yang kecil
Mungkin hal ini dikaitkan dengan postur badan orang Asia yang lebih pendek dibanding orang Eropa sehingga dikonotasikan bahwa penis mereka pun berukuran kecil.

Pria Italia paling jago bercinta
Hal ini diduga karena adanya mitos yang menyebutkan bahwa penis orang Italia lebih tebal sehingga akan memberi kenikmatan lebih besar. Vagina memang lebih mudah terstimulasi oleh penis yang secara diameter lebih besar, ketimbang penis yang panjang, karena akan memberikan tekanan yang lebih intens pada saraf-saraf di area intim wanita.

Pria Timur Tengah "yunior"-nya paling besar
Lagi-lagi ini juga dikaitkan dengan postur badan pria asal Timur Tengah yang memang tinggi dan besar.
sumber : www.bsy-indonesia.asia
Orang Irlandia kuno pernah difoto dalam postur tubuh kurus tapi berotot. Hal ini menyebabkan orang menduga, pria asal Irlandia pasti juga memiliki penis yang kurus dan seluruh bagian kulupnya disunat.

Menurut Panati, kita terbiasa melihat seseorang berdasarkan postur tubuhnya dan latar belakang suku bangsanya sehingga kita pun menyimpulkan bahwa alat vital mereka pun tak jauh berbeda.
Penelitian yang dilakukan Kinsey melaporkan, ukuran penis rata-rata pria kulit putih sebelum ereksi adalah empat inci. Pada pria kulit hitam mencapai empat setengah inci.

Berbagai studi menunjukkan, sebagian besar pria, apa pun suku bangsanya, merasa ukuran penis mereka kurang besar. Meski mereka mengaku penis mereka berfungsi dengan baik, tapi tetap saja mereka berharap alat vital mereka bisa lebih panjang lagi.
Pentingkah ukuran penis? Acapkali isu ini menimbulkan kerisauan, khususnya pada sebagian pria yang memiliki kekhawatiran mengenai ukuran organ genitalnya (small-penis syndrome).

Tidak sedikit jumlah pria di Indonesia yang akhirnya mengambil keputusan untuk menempuh usaha proses membesarkan ukuran penis. Hal tersebut secara tidak langsung memperlihatkan fenomena tingginya persoalan kekhawatiran ukuran organ genital pada kaum pria.

Berbagai metode dan cara ditempuh, dari cara medis hingga alternatif. Walau sampai sekarang belum ada penelitian yang menjelaskan efektifitas teknik atau metode yang ditawarkan dari terapi alternatif, baik dari aspek keamanan dan manfaatnya. Namun, menurut riset yang dimuat Journal Urology BJU International, tercatat bahwa pria yang mengalami small penis syndrome mencapai sekitar 45 persen. Dalam terminologi medis, sindrom ini merupakan manifesto dari perasaan takut akan terlalu kecilnya ukuran penis, walau sebenarnya masuk kedalam kategori normal. Penting diketahui, sindrom macam ini sangatlah berbeda dengan kondisi yang dialami oleh mereka yang benar-benar memiliki kasus kondisi penis kecil atau disebut micropenis.Fenomena ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Tidak sedikit pula pria yang mengalami kekhawatiran berlebihan akan ukuran organ genitalnya meluas menjadi masalah beban psikis. Kepercayaan diri meluntur, kepribadian terdekadensi menjadi anti-sosial, bahkan tidak menutup kemungkinan berpotensi menjadi depresi berlebihan yang dapat menjerumuskan kematian akibat bunuh diri.

 

  Penyebab Penis Kecil   

Banyak faktor yang dapat menyebabkan kecilnya ukuran penis pada seorang pria. Diantaranya adalah faktor ras, faktor genetika, faktor obesitas dan yang terakhir adalah faktor gangguan hormon.
Sebuah LSM di Amerika Serikat pada tahun 2000 menyebutkan, bahwasanya rata-rata ukuran penis pria dewasa di Singapura menunjukkan ukuran panjang penis sekitar 8cm pada saat tidak ereksi. Ukuran bertambah menjadi sekitar 12cm-14cm dengan diameter kisaran 3,2cm ketika ereksi.
Pada penelitian tersebut juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ukuran penis pria etnik Cina, India, dan Melayu, baik pada saat tidak ereksi maupun saat ereksi.
Data yang terdapat dari penelitian tersebut menampakkan bahwa ukuran penis pada umumnya tidak terlalu jauh berbeda antar etnik dalam aspek regional wilayah benua Asia.
Kevan R. Wylie, urolog dari Royal Hallemshire Hospital di Leeds Inggris pernah mengkaji mengenai rata-rata ukuran penis yang dimiliki oleh warga Inggris yang mayoritas terdiri dari ras kaukasia. Riset menunjukkan bahwa terdapat hasil konsisten dari rata-rata ukuran penis.
Rata-rata panjang penis pria Inggris yang sedang ereksi misalnya antara 14cm hingga 16cm dengan diameter 4,8cm. Sementara itu, dalam riset yang dilakukannya terdapat persentase kecil pria yang memiliki kondisi micropenis, menurut kalkulasi Wylie, penis yang benar-benar kecil ukurannya kurang dari 7cm ketika sedang ereksi.
Rata-rata ukuran penis orang berkulit hitam, lebih besar sekitar 1,5 sampai 3 cm dibanding ras kulit putih (kaukasia). Sedangkan penis laki-laki Asia, lebih kecil sekitar 1,5 sampai 3 cm dari ras kulit putih. Ukuran testis masing-masing ras ini tentu saja berbeda sebanding dengan ukuran penisnya. Tapi perbedaan ini bukanlah tanpa sebab. Karena ternyata perbandingan ukuran vagina wanita Asia juga lebih kecil ketimbang ras lainnya.
Disamping itu, kondisi tubuh obesitas juga merupakan faktor penyebab kondisi micropenis pada pria. Timbunan lapisan lemak di area pinggang dan paha yang berlebihan mengkondisikan penis kian ‘tenggelam’.
Faktor gangguan hormon juga menjadi faktor penyebab kondisi micropenis pada pria. Banyak organ yang menyuplai hormon kepada tubuh yang memengaruhi ukuran penis pada pria pada masa perkembangan dan pertumbuhan manusia. Jika salah satu hormon mengalami gangguan, maka sedikit banyak akan membawa pengaruhi hasil ukuran penis pada masa dewasa.
 

  Anatomi Penis dan Fisiologi Ereksi

Penis merupakan organ kompleks yang terbuat dari jaringan lunak, jaringan serat elastis, otot polos, pembuluh darah arteri dan vena, dan sistem saraf. Penis merupakan mesin hidrolik yang terdiri dari dua silinder jaringan erektil yang berparalel disebut korpus kavernosa yang dikelilingi oleh sebuah membran tunica albuginea dan silinder yang lebih kecil di tengah disebut korpus spongiosa. Korpus spongiosa merupakan jaringan erektil yang mengelilingi uretra (saluran kemih) dan membentuk glans penis. Jaringan erektil ini kaya akan sinus (kantung) pembuluh darah yang dikelilingi oleh otot polos dan jaringan serat elastis.
Rangsangan untuk ereksi datang dari persarafan korpus kavernosa (cavernous nervus) dari kelenjar prostat. Normalnya ereksi terjadi akibat kompleks interaksi antara pembuluh darah dan sistem saraf. Ereksi penis dapat melalui dua mekanisme, psikogenik sentral dan refleksogenik. Ereksi psikogenik diinisiasi dari otak sebagai respon terhadap rangsangan pendengaran, penglihatan, penciuman atau imaginasi sedangkan ereksi refleksogenik terjadi akibat rangsangan berupa sentuhan pada penis yang dinisiasi oleh persarafan tulang belakang.
Pada fase flaccid, atau non-ereksi, otot halus dan pembuluh darah arteri yang mengaliri sinus kavernosa berkontraksi. Terdapat keseimbangan antara aliran darah masuk dan keluar jaringan erektil.
Saat merasa terangsang, sistem saraf pusat menstimulasi pelepasan sejumlah substansi kimia yang akan merelaksasikan otot polos dalam penis, mengalirkan darah ke sinus-sinus pembuluh darah di korpus kavernosa penis.  Jaringan erektil membesar bersama tunica albuginea menekan pembuluh darah balik di sekitarnya, menghalangi aliran darah meninggalkan penis sehingga penis menjadi kaku.
 

 4 Metode Pembesaran Penis

Tedapat beberapa kiat dan cara dalam usaha memperbesar ukuran penis. Berikut ini adalah beberapa cara yang ada dalam tinjauan medis:
1. Pil dan ramuan pembesar penis
Untuk metode ini, para kaum pria tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk hal ini karena tidak ada obat yang beredar luas di pasaran memiliki efek permanen terhadap ukuran penis.
2. Alat vacuum
Alat ini seringkali direkomendasikan sebagai terapi untuk disfungsi ereksi, namun metode vacuum hanya dapat meningkatkan ukuran penis selama 24 jam. Vacuum bekerja dengan diletakkan pada ujung penis, memberikan tekanan negatif yang memaksa darah mengalir ke penis kemudian menyebabkan ereksi. Sebuah cincin dipasang secara temporer pada pangkal penis untuk mencegah aliran balik darah yang terlalu cepat. Efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain robeknya pembuluh darah menyebabkan pembengkakan dan nyeri.
3. Latihan Penis
Oleh karena penis tidak memiliki otot, tidak ada latihan atau pijatan yang dapat membesarkannya dalam jangka panjang.
 

Bukanlah suatu rahasia bahwa setiap wanita mendambakan keperkasaan pasangannya dalam berhubungan intim untuk mencapai puncak orgasme dan merupakan suatu kebanggaan bagi seorang pria memiliki ukuran penis yang ideal (besar, panjang & keras proforsional) yang mampu bertahan lama dalam berhubungan hingga bisa membahagiakan pasangannya dalam mencapai kepuasan karena mampu melakukan penetrasi yang hebat.
Tentu hal tersebut akan membuat kehidupan anda menjadi lebih bergairah, lebih hidup dan akan menciptaka n keharmonisan rumah tangga ...
Rahasia besar telah terungkap dengan formula yang di racik secara eksclusive oleh para Ilmuwan yang telah dibuktikan oleh banyak Pasutri di dunia yang telah meraih keharmonisan dan menjadi lebih bergairah serta lebih membahagiakan sepanjang waktu...
P4 ( Panjang, Proforsional, Perfect & Paten )
P4 bekerja pada area genital pria dengan menambah jumlah dan panjang pembuluh darah pada penis, sehingga menghasilkan volume simpanan darah paada saat ereksi  dan hasilnya penis akan meenjadi lebih beesar dan panjang saat ereksi.
Akan tetapi akan disesuaikan dengan batas pertumbuhan sesuai dengan DNA yang mana maximal pemanjangan antara 3 – 8 cm dan untuk besar lingkaran (lebar/diameter) maximal 3 cm dari ukuran asal.
Phyto Therapy Food Suplement
Komposisi : 
1. Purwacheng/Pimpinella Alpina
2. Alpukat/Persea Americana
3. Pasak Bumi/Eurycoma Longifolia
Aturan Minum :
Diminum 1 kapsul 3 x sehari setelah makan selama 5 hari pertama, 1 x 2 selama 5 hari kedua dan selanjutnya 1 x sehari untuk tahap awal pastikan habis  2 botol @50 kapsul) dan untuk mempertahankan/maintenance cukup 1 minggu 3 kapsul.

67% Wanita Tidak Puas Dengan Ukuran Penis Pasangannya*

3 komentar: